Harga patah hati


Gunung Arjuno sedang patah hati, mari berdoa untuk kesembuhannya.



Kemarin saya lihat di twitter ada yang mencuitkan hal yang kira-kira begini:

"Berapa harga patah hati lo? gue terbang dari Surabaya ke Jakarta untuk sekedar booking kamar dan party hingga bill kira2 20jt"

lalu banyak yang menimpali dengan hal yang tak kalah wow seperti:

sampai depresi dan scan MRI dengan biaya 50jt an
hidup 2 mingguan di Singapore seorang diri
mabuk-mabuk selama seminggu penuh tiba2 bill sepuluh juta aja
impulsive shopping sampai tagihan cc 15 jutaan
hingga menghabiskan 30 juta untuk umroh

***

Kata orang, sifat asli diri kita akan muncul ketika kita dalam fase terpuruk. Saya bertanya-tanya, akan seperti apa ketika saya terpuruk. Saya pernah terpuruk sekali tahun 2015 dan ternyata saya bisa bangkit dan belajar melampiaskan kekecewaan saya pada lukisan. Terpuruk saya tahun ini menjadi berbeda karena saya sudah punya uang sendiri. Saya kira saya akan mabuk-mabukan atau belanja gila-gilaan. Untungnya hal itu tidak terjadi.

Ketika patah hati, respon pertama saya adalah makin giat bekerja. Setelah penolakan yang saya terima, yang membuat saya merasa punya kepercayaan diri hanyalah pekerjaan saya, dan bekerja adalah cara saya memaafkan diri sendiri.

Lalu saya naik gunung bersama orang-orang yang saya tidak benar-benar saya kenal sebelumnya. Saya juga pergi solo travelling dan melakukan kegiatan volunteering, juga dengan orang-orang yang tidak saya kenal sama sekali. Saya berharap bertemu orang-orang baru menjadi jawaban atas pertanyaan saya, "apakah saya setidakmenyenangkan itu?"

Kemudian saya menyadari kalau tubuh saya mulai menunjukkan penolakan atas perlakuan gila-kerja-dan-gila-main saya. Saya yang dulunya sangat kuat kena panas-dingin-debu-makan minum pinggir jalan, sudah 3 bulan terakhir mengidap alergi. Kadang debu, kadang ac yang terlalu dingin, kadang gula yang enggak enak, saya jadi batuk2 seharian. Dalam level yang akut dan untungnya jarang terjadi, saya jadi sesak nafas.

Saya yang dulunya juga sangat kuat naik kendaraan apapun, mulai angkot-bis kota panas-bis kota ac-kereta 14 jam-pesawat ekonomi, sudah dua bulan terakhir selalu muntah-muntah kena mabuk udara setelah naik pesawat.

Saya tidak baik-baik saja. Saya tahu itu. Yang saya tidak tahu adalah cara saya berdamai dengan diri saya, menerima fakta bahwa "yasudah. bukan jalanmu". Bahwa dari semua hal yang saya terima, yang saya yakin Tuhan memberi saya sudah lebih dari rata-rata, saya hancur hanya karena urusan hati.

Harga patah hati saya adalah senyum terpaksa membalas perkataan yang seringkali ditujukan pada saya, "kamu itu kurang apa lagi?"

Komentar

Marsya mengatakan…
Numpang promo ya Admin^^
ajoqq^^cc
mau dapat penghasil4n dengan cara lebih mudah....
mari segera bergabung dengan kami.....
di ajopk.biz...^_~3:23 PM 15-Sep-20
segera di add Whatshapp : +855969190856

Postingan Populer