year end resume: 2018

My 2018 was resumed in 3 words: a double-sided coin. A set of constant question about I am proud of what I have achieved and I have no idea what I really wish. A hater of distance yet a lover of a journey. A seeker of a companion, at the same time really enjoy loneliness. Adore all the freedom I have, yet wishing someone send a message not to go home too late. Distanced with my family but finding new 'families'. Separated with old friends and reunited with others, losing a few old ones and gaining a lot of new acquaintances.

And for that, I felt thankful. I really am.

2018: I make closure and ready for a new beginning

Video ini dibuat tanpa rencana. Dokumentasi ke Banyuwangi yang apik tempo hari, ditambah seminggu berkutat dengan video refleksi akhir tahun kantor membuat saya berpikir, mengapa tidak membuat video refleksi diri sendiri untuk tahun ini. Kemudian saya gabungkan dengan video-video tahun 2018 yang sempat terekam, seluruhnya di Jakarta. Tapi akhirnya tidak jadi video refleksi karena kebanyakan klip saya sedang bernyanyi atau main gitar. Maka jadilah video ini sebagai media kenarsisan diusia 24. Ada beberapa video yang terdistorsi, mungkin karena mengeditnya menggunakan perangkat lunak yang belum registrasi hehe, entah. Mungkin akan menjadi lanjutan seperti post #todayismyfirstdayinxx, karena kebetulan tahun lalu saya juga buat video serupa. Mungkin juga tidak dilanjutkan, entah (lagi).

Komentar

Postingan Populer