citacitaku~
waktu kelas 2 sd saya pingin jadi sastrawan
kelas 3 sd saya oingin jadi fotografer,sampai smp
jaman smp saya blur mau jadi apa, tapi kelas 3 smp saya tiba2 dapet wangsit pingin jadi diplomat
kelas 2 sma saya pingin jadi editor film
setelah nonton film lord of war saya pingin ke Afrika
dan saya daridulu sampe sekarang saya pingin bikin pameran lukisan sendiri,walaupun masih ababil dan abstrak~
cita-cita ya..sebenernya soal ini terekspos lagi setelah kemaren sempat ada diskusi ruang dengan divisi ilmiah dengan tema quo vadis HI..apa iya ini mimpi saya?
yang saya ingat, bagaimana sampai sekarang orang tua saya masih 'memaksa' saya mengikuti usm sekolah kedinasan keuangan dimana tahun lalu mereka kecewa ketika saya gagal di tes kesehatan.
dari diskusi ruang kemaren saya jadi tahu cerita kaka-kakak angkatan saya, yang saya anggap mereka sudah sukses menjalani dunia keHIannya, dan sekarang sibuk dengan proposal..ternyata mereka juga pernah galau-galau seperti saya.masih bimbang dengan apa yang diminta orang tua.
ada yang mau jadi tentara, ada yang mau jadi rohaniawan, dokter bedah, enginer, ahli teknik lingkungan, diplomat, chef, sampai yang paling sederhana:punya keluarga.
sebenarnya sesederhana itu cita-cita. bagi saya ketika itu sudah membuat saya puas, saya bahagia dengan kompetensi yang saya punya, dan yang paling penting bagi saya, untuk memberi yang lainnya.
here i goooooooo
kelas 3 sd saya oingin jadi fotografer,sampai smp
jaman smp saya blur mau jadi apa, tapi kelas 3 smp saya tiba2 dapet wangsit pingin jadi diplomat
kelas 2 sma saya pingin jadi editor film
setelah nonton film lord of war saya pingin ke Afrika
dan saya daridulu sampe sekarang saya pingin bikin pameran lukisan sendiri,walaupun masih ababil dan abstrak~
cita-cita ya..sebenernya soal ini terekspos lagi setelah kemaren sempat ada diskusi ruang dengan divisi ilmiah dengan tema quo vadis HI..apa iya ini mimpi saya?
yang saya ingat, bagaimana sampai sekarang orang tua saya masih 'memaksa' saya mengikuti usm sekolah kedinasan keuangan dimana tahun lalu mereka kecewa ketika saya gagal di tes kesehatan.
dari diskusi ruang kemaren saya jadi tahu cerita kaka-kakak angkatan saya, yang saya anggap mereka sudah sukses menjalani dunia keHIannya, dan sekarang sibuk dengan proposal..ternyata mereka juga pernah galau-galau seperti saya.masih bimbang dengan apa yang diminta orang tua.
ada yang mau jadi tentara, ada yang mau jadi rohaniawan, dokter bedah, enginer, ahli teknik lingkungan, diplomat, chef, sampai yang paling sederhana:punya keluarga.
sebenarnya sesederhana itu cita-cita. bagi saya ketika itu sudah membuat saya puas, saya bahagia dengan kompetensi yang saya punya, dan yang paling penting bagi saya, untuk memberi yang lainnya.
here i goooooooo




Komentar